Urban farming bukan sekedar aksi dalam menambah ruang hijau di perkotaan, tetapi juga dapat mengatasi permasalahan sampah dan membantu pemerintah kota dalam menangani banjir cileuncang yang kerap terjadi pada musim hujan. Urban farming pun berperan sebagai bagian dari ekonomi kreatif karena hasilnya yang produktif dan bernilai ekonomis.

"Sampah tidak hadir secara tiba-tiba. Konsep zero waste bisa diterapkan melalui urban farming. Meskipun lahan tanam di perkotaan semakin sedikit, kita tidak perlu bingung di mana media tanam dan bagaimana pupuknya. Kita bisa memaksimalkan sampah yang kita hasilkan seperti sisa makanan menjadi pupuk kompos,' ujar Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda.

Dia mengemukakan itu ketika membuka acara pengumuman pemenang program Teh Kotak-Pikiran Rakyat Bandung Urban Farming Goes to School (BUGS) di SMKN 7 Bandung, Jln. Soekarno-Hatta 596, Bandung, Selasa (17/7).

Ayi mencontohkan, polybag dapat menjadi tempat untuk mencampurkan media tanam tanah sedimentasi dengan pupuk kompos. Polybag ini dinilai efektif karena bersifat mobile dan bisa digeser apabila turun hujan atau matahari bersinar terlalu terik.

Beragamnya jenis tumbuhan yang dapat ditanam juga berpotensi membantu perekonomian. Dalam satu polybag, menurut Ayi, dapat menghasilkan 1-2 kg cabai. Ini tentu menguntungkan apabila dalam satu RW di lingkungan yang sama juga melakukan hal serupa.

"Kini kita sedang berada di persimpangan jalan. DI kanan adalah Bandung yang teduh., sejuk, dan bebas banjir cileuncang. Sementara di kiri ada Bandung yang kumuh, penuh sampah, dan sangat terik. Melalui acara ini, kita secara sadar telah menentukan masa depan kita sendiri dan Kota Bandung dengan cara yang gampang," tambah Ayi.

Kompetisi BUGS diikuti 75 sekolah yang terdiri atas 35 SMP swasta se-Kota Bandung, 40 SMA/SMKN, dan SMA swasta se-Kota Bandung. Sebanyak tujuh sekolah dinobatkan menjadi yang terbaik, yaitu SMKN 3 Bandung, SMAN 25, SMKN 11, SMKN 12, SMKN 6, SMP Pasundan 5, dan SMP Pertiwi. Setelah melalui penilaian tahap akhir, SMAN 25 meraih juara I, diikuti SMKN 3, dan SMKN 11.

Pada saat bersamaan, diluncurkan pula Komunitas BUGS sebagai sarana komunikasi antarpeserta, serta antara peserta dengan Teh Kotak dan Pikiran Rakyat sebagai penyelenggara program. Adi Barnas, Category Beverages Manager PT Ultrajaya mengungkapkan, keberadaan komunitas ini dapat menjadi bagian dari masyarakat dan memiliki asas manfaat bagi masyarakat lainnya. "Komunitas ini diharapkan dapat mengembangkan spirit BUGS lebih besar lagi sebagai media perantara komunikasi."


Sumber : persembahan-untuk-alam.com

Berita Terkini


SMA NEGERI 25 BANDUNG

  Jl. Baturaden VIII No. 21 Ciwastra, Bandung 40163, Jawa Barat-Indonesia
  Telp. 022-7560119
  Email: sman25bandung@sman25bandung.sch.id


Copyright 2015 © SMAN 25 Bandung